Ini adalah kisah pengalamanku yang akan saya bagikan pada pembaca
sumbercerita.com. Sebut saja namaku Dany, aku sendiri tinggal di
Bandung, dan sedang kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung.
Untuk sekedar informasi saat ini usiaku sudah 25 tahun, tinggi badan
170/60. Aq adalah orang yang sangat suka dengan sex, hayalanku tentang sex sangat luar biasa. Dan aq lebih senang dengan wanita yang lebih tua dariku.
Kejadiannya bermula ketika aq bertemu dengan kakak kelasku yang beda
jurusan namanya nina, orang jawa, orangnya manis. Awalnya kami hanya
cerita tentang masalah kuliah, entah siapa yang memulai akhirnya kami
cerita tentang sex. Nina cerita panjang lebar dengan pengalamannya tentang sex,
sampai aq terangsang dibuatnya, mungkin karena nina sudah berpengalaman
dia tau bahwa saya sudah terangsang. “Kamu pengen nyoba ga?” katanya,
“Emang kamu mau” kataku. Kami memutuskan untuk pergi ke kosanku,
sesampainya di kosan nina sudah tidak sabar lagi dia menyuruh saya untuk
mengunci pintu, belum juga aq selesai menutup pintu nina langsung
melumat bibirku, dan aq balas dengan lembut. Setelah beberapa menit dia
menghentikan lumatanya dan dia memintaku untuk tiduran. Kembali aq
melumat bibirnya, sambil tanganku berusaha membuka kaos yang dipakainya,
aq sangat bernafsu ketika melihan payudarahnya, tanpa susa aq langsung
membuka kaitan BHnya dan terpangpang jelaslah di hadapanku payudarahnya
(ukuranya kira2 34C). Aq langsung mencium dan menghisapnya secara
bergantian, tubuhnya semakin tidak karuan.
Nina langsung mendorongku dan dia duduk, dia berusaha untuk membuka
pakaianku dan akhirnya aq sudah telanjang bulat. Dia semakin bernafsu
diraihnya burungku untuk sementara di kocoknya dan langsung dimasukkan
kedalam mulutnya, hampir saja spermaku keluar, karena aq tidak ingin
spermaku keluar, aq tarik kepalanya keatas. Aq kembali duduk dan
melucuti celana jins yang dia kenakan, di saat saya berusaha menarik
celana dalamnya dia berusaha menolak dan berkata “Kamu mau bertanggung
jawab say?”, aq terdiam sejenak memikirkan pertanyaanya, karena nafsuku
sudah di ubun-ubun akhinya aq jawab “ya aq mau bertanggung jawab jika
nanti kamu hamil”. Nina langsung mencium kening saya dan kedua mata
saya, lalu dia berkata “Terserah mau kamu apakan saya say” serasa angin
segar aq langsung membuka celana dalamnya, aq terdiam sejenak
memperhatikan memeknya (sekedar informasi memeknya tembem dan ditumbuhi
bulu-bulu yang masih halus). Tanpa pikir panjang aq langsung mencium dan
menjilatnya, dan tangan saya asik meremas kedua payudarahnya.
Mungkin karena dia sudah klimaks, dia langsung menindih saya dan
mengarahkan memeknya ke burungku. Aq merasa kesakitan disaat kepala
burungku mulai masuk ke memeknya, mungkin karena aq masih perjaka dan
dia masih perawan. Nina berusaha keras untuk memasukkan burungku ke
memeknya, sekitar 5 menit burungku sudah masuk semua kedalam memeknya,
aq suruh dia untuk mendiamkan burungku didalam memeknya agar aq dapat
merasakan kedutan memeknya. Lalu aq menindihnya dan menggesek-gesekkan
burungku di memeknya lalu ia menahan pinggulku sehingga menghentikan
genjotanku.
Lalu ia berkata, "Masukin aja say...." katanya sambil menunjuk memeknya.
Maka segera saja aku mengambil posisi siap tembak. Lalu pelan-pelan Nina
mengarahkan kontolku ke memeknya. Aku dapat merasakan betapa sempit dan
hangatnya vagina Nina.
"Pelan pelan ya say.... sakit.." "Soalnya punya kamu gede.."
Lalu aq bisikkan di telinganya“iya say jangan kwatir…”
Aq melakukan gerakan naik turun dengan sangat pelan, agar dia tidak
merasa kesakitan dan aku kembali bertanya.. "Gimana sekarang udah Enak…
?" Lalu ia menjawab, "Iya Ee..nak bangat say.." karena dia sudah mulai
keenakan maka aq mempercepat gerakan naik turunya. Aku genjot terus
sampai kira kira lima belas menit saat mau keluar tiba tiba ia
berbisik…"Keluarin di dalam aja ya say..." mendengar perkataanya aq
semakin bernafsu, dan akhirnya croot, croot, croot. Kami saling
berpelukan dan akhirnya tertidur.
Setelah kejadian itu hampir setiap minggu kami melakukannya, kadang di
kosanku dan kadang di kosannya. Setelah minggu ke empat dia menelpon aq
dan meminta aq untuk datang ke kosanya, di pikiranku “dia pasti
mengajakku untuk bercinta”. Sesampainya dikosanya dia mengatakan bahwa
“Ibu kostnya ingin mencobaku” aq kaget dibuatnya dan bertanya “dari mana
ibu kost tau?” akhirnya dia mengatakan bahwa dia telah menceritakan
persetubuhan kami pada ibu kostnya. Dia bertanya “say kmu mau apa
tidak???” aq terdiam sejenak dan mengatakan “Bersedia” tapi dengan
syarat nina tetap harus melayani aq.
Pendek cerita aq berangkat dengan ibu kostnya menuju hotel
melati yang ada di daerah kelapa di pusat kota bandung. (sekedar
informasi ibu kostnya namanya Rini, usia sekitar 38 tahun) Setelah
check-in, segera aq dan ibu rini masuk ke kamar yang telah ditentukan.
"Rini, ingin mencoba kamu say, Rini ga tahan mendengar cerita Nina", kata ibu Rini sambil memelukku erat setelah di dalam kamar.
"Saya juga ingin merasakan memek Rini..", kataku sambil mengecup bibirnya.
"Mm.. Mmhh..", gumam Rini sambil melumat bibirku sementara tangannya
langsung masuk ke dalam celanaku, lalu masuk lagi ke celana dalam.
"Ohh.. Enak,...", bisikku ke telinganya sambil meremas buah dadanya yang
besar. lalu Rini menurunkan celanaku dan memerosotkannya hingga lepas.
Akupun segera melepas kaos yang kupakai dan celana dalam yang sudah
menggembung. Sementara Rini juga sama melepas semua pakaiannya hingga
telanjang bulat. Aq memeluk tubuhnya. Burungku yang sudah tegang dan
tegak menyentuh-nyentuh bulu memek dan perutnya. Ibu Rini memegang dan
mengocok burungku. Lama kami berciuman sambil saling usap, saling raba,
saling remas.
"Ohh.. Mmhh..", desah Ibu rini ketika tanganku mengusap belahan memeknya
lalu jariku masuk ke lubang memeknya yang sudah sangat basah.
" Oohh..", desah Ibu Rini makin keras ketika aku menurunkan kepala ke
dadanya lalu kujilati puting susunya bergantian sembari tangan dan
jariku masih tetap memainkan memeknya.
"Say….. Rini sudah tidak kuat lagiihh..", bisik ibu rini sambil menggerakan pinggulnya seiring tusukan jariku ke memeknya.
"Setubuhi ibu sekarang say....", pintanya lirih sambil melepaskan diri
dari pelukanku lalu dia berbaring di ranjang. Aku tersenyum, lalu aku
pun segera naik ke atas ranjang dan kunaiki tubuh telanjangnya.
"Ayo lekas lakukan, say..", katanya sambil meraih burungku lalu
diarahkan ke lubang memeknya. "Sabar donk bu.. jangan buru-buru…..",
kataku sambil tersenyum lalu kukecup bibirnya, kemudian kutekan burungku
perlahan sampai akhirnya masuk semua ke dalam memeknya.
"Ohh.. Shh.. Enakk, say..", desah ibu rini sambil menggoyang pinggulnya.
"Ibu sudah tidak sabar lagi karena sudah lama tidak mendapatkan kenikmatan…", bisik Ibu rini.
"Ohh.. Nikmat sekali, sayy..", desah kenikmatan keluar dari mulutnya.
"Setubuhi lebih cepat, say..", pintanya sambil mencengkram tubuhku erat.
"Ohh.. Ohh.. Ibu mau keluarr.. Ohh..", lenguhan panjang terdengar dari
mulut ibu rini sambil memejamkan matanya. Serr! Serr! Lendir birahi ibu
rini menyembur disertai dekapan yang sangat erat di tubuhku.
"Say.. Nikmat sekalii..", desah ibu rini sambil badannya terkulai lemas.
Aku tersenyum melihat ibu rini memejamkan matanya karena kenikmatan yang tiada tara.
"Bu, balikkan badannya dong..", pintaku sambil mencabut burungku dari memeknya.
Ibu rini menuruti apa permintaanku. Dia tengkurap sambil membuka kakinya
agak lebar sehingga memeknya tampak merekah merangsang. Lalu kuarahkan
burungku ke lubang memeknya kemudian kutekan hingga masuk semua.
"Mmhh.. Enak sekali, Bu..", kataku sambil mengeluar masukkan burungku di memeknya.
Aku terus mengeluar masukkan burungku sambil meremas-remas bongkahan
pantatnya yang besar dan bulat. Sesekali kusentuh lubang pantatnya
dengan jariku.
Tak lama kurasakan sesuatu yang ingin menyembur dari burungku.
Kupercepat gerakan burungku sambil menikmati perasaan nyaman yang mulai
meningkat.
"Saya mau keluar, bu..", kataku serak.
"Keluarkan di memek ibu aja.. Biar enak..", kata ibu rini.
Croott! Crott! Croott! Air maniku menyembur banyak di dalam memek Ibu
rini. Kutekan burungku dalam-dalam ke memeknya. Terasa kontolku
berdenyut-denyut nikmat. Kudekap ibu rini dari belakang tanpa melepas
burungku dari lubang memeknya.
"Nikmat sekali, Bu.. Memek ibu masih nikmat..", pujiku.
Setelah beres-beres, aku dan ibu rini segera keluar dari hotel
tersebut. Kulihat wajah ibu rini sangat cerah dan ceria. Sangat jauh
berbeda dari pada saat sebelum kami bersetubuh lebih dari 1 jam yang
lalu. Setelah sampai dikosan, Nina bertanya tentang apa yang telah kami
lakukan, setelah mendengar cerita saya dia meminta agar saya
memuaskannya juga. Tanpa bisa aq tolak akhirnya aq memberikan kepuasan
buat dia.
Setelah kejadian itu aq semakin sering melakukan hubungan badan, kadang
dengan orang-orang yang sudah berkeluarga dan kadang dengan teman-teman
Nina. Nina selalu mencari orang-orang yang haus sex
untuk aq layani, semua itu aq lakukan dengan tanpa bayaran, sebab aq
juga menikmatinya. Tetapi sekarang nina telah tunangan dan telah pulang
ke jakarta.
No comments:
Post a Comment