Seharian aku nggak bisa konsentrasi di kantor. Sepertinya pada saat
ini separuh kantorku sudah diceritakan sama Emir dan Michael, kalau aku
seorang ‘bispak’. Tapi aku tidak memikirkan hal itu. Yang ada di benakku
hanyalah ‘date’-ku sama Aldi yang ia bikin sepihak. Aku dari pagi udah
siap2 dengan lingerie yg sexy di bawah baju kantorku dan terasa memekku
semakin sore semakin basah. Akhirnya kerjaanku pun selesai dan aku
meluncur ke alamatnya Aldi. Apartement-nya cukup megah, namun terlihat
bahwa masih baru dan masih kosong penghuninya. Aku pun naik lift ke
lantai 22. Di dalam lift aku memasukkan tanganku ke dalam rok mini-ku.
Gila! Udah banjir pasti udah keliatan noda basah cairan memek dari luar
panties-ku!
Pelan2 ku ketok pintu apartment. Sejenak tidak ada
yang menjawab dan akupun berniat untuk kabur saja. Ternyata terdengar
suara dari dalam: “Anissa! Silahkan masuk! Dan kunci pintunya!”
Sialan.
There’s no escape now! Aku beranikan diriku dan membuka pintu. Di dalam
semuanya gelap. Kamar2 pun masih cukup kosong. Sepertinya si Aldi baru
pindahan kesini! Aku mengikuti lorong menuju kamar tidur. Disna kulihat
seorang wanita berbadan tinggi dengan rambut coklat panjang terurai
telungkup di atas tempat tidur yang besar. Ia telanjang bulat, tanpa
sehelai benang pun. Dan sepertinya ia sedang tidur atau sedang tidak
sadar. Di belakangnya, bersender di tembok, Aldi duduk dengan santai. Ia
sepertinya sedang high dan terlihat ia sedang menyiapkan strip cocaine
di atas meja kaca disamping tempat tidur.
“Ah, akhirnya kamu
datang!” sapanya. “Perkenalkan, ini istriku Nadya. Sayang dia udah gak
sadar. Kamu sih telat datangnya! Cantik nggak dia?” Aku hanya
mengangguk. Ia menghirup strip cocaine-nya dengan hidungnya. Ia
menikmati rasanya sejenak. “Kamu mau juga?” ia menawarkan strip
berikutnya untukku. Sudah lama sekali aku tidak ‘neken’ cocaine. Abis
mahal juga sih! Aku mengangguk dan mendekati meja. Aku duduk di lantai
dan menghirup habis strip buatku. Rasanya langsung naik ke kepala. Enak
sekali. Aku terasa seperti melayang. Aku tersenyum nakal ke arah Aldi
sambil menjilat bibirku. Aldi menarik badanku ke atas kasur dan mencium
bibirku… Ia menjulurkan lidahnya yang hangat kedalam mulutku. Aku hanya
melenguh.
“Mau lagi?” tanyanya sambil meremas2 buah dadaku. Aku
mengangguk. Ia sisihkan lagi satu baris buatku dia atas meja kaca. Tapi,
waktu aku mau bergerak untuk menghirup bubuk tersebut kepalaku
didorongnya dengan kasar! Aku bingung.
“Sebentar dulu! Kamu kok
nggak mikirin tuan rumah sih. Kamu nggak kasihan tuh sama si Nadya?” ia
menunjuk ke arah bagian pantat Nadya. Aku baru melihat bahwa di sekitar
lubang pantatnya menggenang sperma banyak sekali. “Sana! Kamu bersihin
dulu. Baru kamu boleh neken lagi!”
Antara rasa jijik dan pengen
dapat bubuk setan itu sekali lagi aku benar2 bingung. Dengan iri aku
melihat Aldi menghirup cocaine yang tadinya untukku.
”Ayo, say, jangan malu2!” katanya sambil tertawa mengejek.
Namun
sepertinya aku udah nggak bisa mikir panjang. Aku naik ke atas tempat
tidur dan pelan2 membuka pahanya Nadya. Banyak sekali sperma yang keluar
dari lubang pantatnya. Aku melihat sekali lagi ke Aldi. Ia hanya
tersenyum. Aku menundukkan kepalaku sambil membayangkan bagaimana Aldi
tadi mengentot pantat istrinya sampai ia muncrat di dalam duburnya yang
sempit. Bau khas yang tajam menusuk hidungku. Aku mulai menjulurkan
lidahku dan dengan sedikit ragu2 mulai menjilat sperma yang ada di
sekitar lubang pantat wanita tersebut. Gila! Aku sudah benar2 gila!
Nggak tahu kenapa sepertinya aku sangat terangsang melakukan ini.
Tidak
lama kemudian aku mulai menjilat tanpa ragu2. Nadya benar2 cewek yang
cantik. Pantatnya indah sekali. Penuh dan sekel. Aku benar2 jadi buas
menelan semua spermanya Aldi yang kental itu. Aldi hanya memandangku
dengan dingin: “Ayo, say, di dalam pantatnya masih banyak kok!” Aku
merasa kotor sekali… Menjilati sperma laki2 yang aku hampir tidak kenal
dari lubang pantat istrinya…. Entah kenapa memekku berdenyut2 pengen
dientot. Aku semakin gila menjilatinya. Aku tusukkan lidahku ke dalam
lubang pantatnya Nadya yang licin. Benar saja! Di dalam lubangnya masih
ada banyak lagi spermanya Aldi! Aku membuka lubangnya dengan jari2ku dan
keluar meleleh peju yang banyak yang langsung kutelan. Aku dengar Nadya
melenguh dalam tidurnya dan mengencangkan otot anusnya.
Lidahku
terasa terjepit dan aku tusukkan lebh dalam lagi, hingga wajahku
menempel ke buah pantatnya yang berlendir. Aku memainkan memekku dari
luar baju, aku tidak bisa menghentikan permainan ini. Aku menempelkan
bibirku seperti french-kissing lubang pantatnya Nadya. Spermanya Aldi
mengalir tanpa hentinya kedalam mulutku!
”Please give me some
coke!” rengekku sambil mendongakkan wajahku. Aku baru sadar kalau Aldi
sedang memrekam semuanya dengan handycam yang dia sembunyikan
sebelumnya. Aku sudah tidak perduli.
”You can do better, babe!
Ayo terusin!” paksanya sambil mengeluarkan kontolnya yang udah tegang.
Aku menjulurkan lidahku dan menusukkannya ke dalam pantatnya Nadya
sambil tetap melihat nakal ke kamera. Aku memutar2 lidahku di sekitar
otot anusnya.
”Please…” rengekku.
Aldi hanya tersenyum.
Sambil terus merekam adegan tadi, ia membuka sekantong cocaine dan
menaburkannya ke atas batang kontolnya yang ia basahkan dengan ludahnya.
Aku langsung melahap kontolnya dengan mulutku. Rasanya nikmat sekali!
Aku menyepongnya dengan keras. Aku maju-mundurkan kepalaku sampai terasa
kontolnya di tenggorokanku.
”Mpppppppphhhhhh….” aku hanya melenguh… benar2 high….
Aku
mengokoknya sekuat tenaga dan tidak lama kemudian spermanya muncrat
kedalam tenggorokanku. Aku tersedak, namun Aldi menahan kepalaku. Aku
terbatuk2, hampir kehabisan udara.
Aldi hanya memandangku dengan dingin.
”Bajingan kamu!” umpatku sambil terbatuk2. Aldi hanya tersenyum.
”Ya udah pergi sana!”
Aku bingung. Mungkin karena aku masih high banget, tapi mungkin juga karena aku tidak pernah diperlakukan sekasar ini.
”Udah keluar sana! Pulang ke suamimu!”
”Bajingan!”
umpatku sambil menangis. Dengan muka yang masih basah oleh spermanya
aku berlari keluar apartemennya Aldi. Belum pernah aku diperlakukan
serendah itu.
No comments:
Post a Comment