Monday, 9 December 2013

Clubbing!

Dua weekend yang lalu aku diajak oleh Tom, suamiku, pergi clubbing bersama teman2 bule-nya. Kita mulai dari jam 9 di Dragonfly, minum2 wne dengan sopan, terus pindah ke Vertigo setelah jam 11. Aku senang juga pindah ke sana, apalagi setelah tahu bahwa temanku Citra, bakal ada disana juga. Dimana ada si Citra, disitu pula ada ecstasy! Aku bukan junkie tulen, tapi kadang2 aku suka juga nelen pil gila tsb.
Sama juga seperti friday night itu! I really wanted to go crazy, dan ada E, udah pasti gila!
Kita berangkat bersama tiga orang temennya Tom: Shane, Robert, atau Rob dan Aldi, orang Indo. Shane dan Robert berbadan besar selyaknya bule dan masih single. Well, shane sebenarnya punya girlfriend, tapi ia tinggal di Bangkok (paling juga local prostitute disana lah, pikirku selalu). Sedangkan Aldi seperti cowok indonesia rata2. Udah married. Mukanya cukup keren namun badannya tegap tapi biasa aja.
Sampai di Vertigo, aku langsung meninggalkan cowok2 itu untuk mencari si Citra. Ternyata dia udah asiknya goyang2 sendiri dipojokan bersama laki2 yang tidak kukenal. Aku diberinya sebutir E olehnya yg langsung kutelan diam2, dan aku langsung pamit untuk kembali ke Tom dkk. Belum terasa apa2 aku terus dancing2 sensual di depan cowok2 bule tadi. Aku tahu mereka memperhatikan badanku yg terbalut tube-dress putih yg menyala karena UV-light di Vertigo. Terutama Aldi sepertinya cukup horny memperhatikan liuk-liukan tubuhku. Ia terus menerus memandangiku dengan tatapan yang tajam. Walaupun aku tidak tertarik secara fisik dengannya, aku sengaja mau teasing dia dengan berciuman dengan Tom yg bernafsu sambil menatap matanya dalam2. Ia hanya menatapku dengan dingin.
Tak lama kemudian inex di badanku mulai ‘on’! Aku sudah tidak peduli apa2 dan naik ke meja kita. Aku goyang tanpa malu. Shane juga naik ke atas meja dan kita bikin pertunjukan hebat selama (aku kira2) 1 jam lebih.
Aku keringatan tak karuan dan tubuhku benar2 cape. Efek E juga sudah mulai buyar. Aku terduduk di sofa dan memejamkan mata sebentar. Karena efek obat gila-ku aku dapt melihat pola2 yg aneh di kegelapan mataku. Saat aku dengan lemas membuka mataku kembali, aku melihat di kejauhan Shane sudah hook-up dengan cewek di bar, Robert entah dimana. Dan Tom juga sedang tertawa2 dengan cewek yang baru ditemui-nya. Aldi ada di sebelahku, duduk di sofa corner yg cukup redup. Aku menghadap ke arahnya dan bengong melihat jendolan kontolnya di jeans-nya. Ia mengusap pipiku.
Aku tidak bisa berhenti melihat ke selangkangan Aldi. Sepertinya kontolnya udah keras sekali. Tanpa sepatah katapun ia menarik badanku ke dekatnya. Dibuka kakiku dengan kasarnya. Aku terkejut sekali. Jari2nya yang kasar menyusup ke balik dress-ku. Terus, terus naik menyusup dari samping panties-ku ke liang memekku. Dengan kasar jempolnya dimasukkan ke dalam memekku dan telunjuknya mengorek2 lubang pantatku. Ia tersenyum dingin.
Aku melirik ke arah Tom. Ia sedang tidak melihat ke arahku.
“Please stop, nanti ada yg lihat!” pintaku. Aldi mencabut jari dan jempolnya dan memasukkan keduanya ke dalam mulutku. Entah kenapa aku mengulum jari2nya. Ia tertawa merendahkan. Seakan2 aku seorang perek yg senang kalau dibayar hanya Rp.5000,-.
Tidak banyak yang kuingat dari malam itu. Paginya aku terbangun disebelah Tom, yg sepertinya mengentotku waktuku sedang tidur lelap. Aku langsung bangun dan mandi. Kepalaku masih terasa berat sekali waktu ada bunyi sms di hp-ku.
Aku baca, dan cukup kaget juga: “Datang ke apartemenku besok malam!,” tertulis alamat di bilangan kuningan. “Jangan lupa pakai baju yang sexy. -Aldi-”

No comments:

Post a Comment